Dimanakah Tempat Tinggal Kita Saat Ini?

Dimana tempat tinggal kita? Perumahan? Kampung? Apartemen? Kosan?
Sepertinya dimanapun kita bertinggal selayaknya bersyukur karena masih mempunyai hunian yang cukup layak. Karena di banyak kota pun Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya masih menjumpai adanya kaum 'homeless' atau mereka yang hidup tanpa tempat tinggal. Beberapa kaum penggelandang ini hidup nomaden (berkeliling) yang entah bagaimana penghidupan dan pencarian nafkahnya.

Tempat tinggal bagi sebagian orang pun mungkin tak selamanya permanen, apalagi jika kita tinggal di kawasan yang ilegal dan tidak bersertifikat. Baru-baru ini ada penggusuran di dekat garasi Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya, dan yang menjadi korban gusur adalah warung-warung di sepanjang pinggiran sawah daerah Aspol-Bangkingan Surabaya. Sewa Rental Honda Mobilio di Surabaya sendiri masih simpang-siur mengenai alasan penggusurannya, karena deretan warung tadi membayar iuran kepada RW setempat yang secara lahan pun disinyalir adalah milik kampung. Tidak diketahui pula apakah akan ada pelebaran jalan atau pembenahan selokan di daerah tersebut karena deretan warung tadi berdiri di pinggir selokan yang cukup lebar. Di sebelah selokan tadi kini juga dipasang plang dengan keterangan bahwa lokasi tersebut adalah milik Pemkot Surabaya.
Tetapi kondisi yang demikian ini mungkin cukup umum: kita menjumpai ada banyak pemilik warung yang juga bertinggal pada warung tersebut guna menghindari bolak-balik rumah—tempat usahanya. Tak hanya di warung saja, di beberapa pasar pun mungkin ada yang bertinggal di salah satu kios atau kios yang beralih-fungsi sebagai hunian; seperti berita di kawasan Keputran beberapa tahun lalu: https://news.detik.com/jawatimur/2871139/duh-lapak-di-pasar-keputran-masih-dijadikan-tempat-tinggal. Hal ini telah dibereskan oleh pihak berwenang, dan Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya menduga demikian disebabkan cukup kerasnya kepemimpinan Bu Risma saat menjabat walikota.

Bahkan jika bersertifikat pun tak luput dari penggusuran atau pemindahan jika suatu saat ada rencana tata kota yang mengenai tempat tinggal atau kawasan tadi. Misalnya untuk pembangunan jalan tol menuju ke Juanda yang memangkas banyak pemukiman dan kawasan yang dilalui. Termasuk beberapa hunian di perumahan Pondok Tjandra Indah yang terkena imbas pelebaran jalan. 
Masih di kawasan timur, pembuatan jalan lingkar (MERR) untuk membuat jalan tembus hingga Bandara Juanda pun mengorbankan banyak hunian serta bangunan komersial seperti toko. Hanya, setelahnya di sekitar kawasan MERR ini banyak tumbuh area komersial dan hunian baru. Sewa Rental Mobil Xpander di Surabaya pun tak perlu melewati jalan-jalan kecil di bekas kawasan tersebut saat mengantar tamu, atau bermacet-ria di jalan Manyar yang tembus hingga Prapen karena arus padat di kawasan tersebut telah terbagi dengan MERR di kawasan timur Surabaya tadi.

Di kawasan Surabaya Selatan, ada banyak rumah di beberapa kampung dipaksa pindah untuk pelebaran jalan frontage Ahmad Yani. Di kawasan Surabaya Barat yang dekat dengan garasi Rental Sewa Pickup GrandMax di Surabaya, perombakan pun dijumpai di kawasan Jalan Menganti Wiyung hingga lampu merah Jalan Menganti Babatan. Jadi, perkembangan kota terkini dengan berbagai rancangannya dapat menentukan wajah kota kemudian, bagaimana kita tinggal atau terancamnya kita saat menghuni di daerah tertentu. Tak hanya di perkampungan tetapi juga di kawasan perumahan. Meski kawasan perumahan mungkin sedikit tergolong 'lebih aman' disebabkan dalam perizinannya mungkin melihat bagaimana tata kotanya secara keseluruhan.

Tetapi karena pengorbanan pemilik lahan dan hunian tadilah yang membuat lalu-lintas di Surabaya tidak telanjur parah dengan kemacetan seperti Jakarta; meskipun di beberapa titik memang terasa sangat padat-merayap di jam-jam tertentu. Pembangunan jalan ini pun bukan hanya untuk menyokong pemilik kendaraan pribadi saja; namun mobilitas penghuni kotanya secara umum. Di Surabaya dimana banyak kantor dan perusahaan mempunyai staf dan karyawan yang bertinggal di luar kota, pembangunan jalan dan perencanaan bagaimana sistem transportasi ini pun diperlukan untuk menjaga kelangsungan kehidupan kota tersebut.

Namun kita semua tahu jika kehilangan tempat tinggal mungkin tak hanya disebabkan oleh rencana pembangunan saja. Ada banyak bahaya mengintai jika daerah yang kita tinggali rawan bencana alam. Meski sebagai pengecualian, danau lumpur Lapindo di kota tetangga Surabaya itu diawali oleh aktivitas pengeboran; bukan murni bencana alam. Hingga saat ini Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya beberapa kali mengantar tamu konsumen ke sana; disamping Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat juga menjumpai penawaran untuk berkunjung ke danau lumpur tersebut sebagai bagian dari perjalanan wisata Sidoarjo dan sekitarnya.

Berbicara tentang tempat tinggal dan hunian, di kawasan Surabaya sendiri sepertinya sudah tidak memungkinkan untuk membangun kompleks perumahan petak untuk kalangan menengah, bahkan bawah. Jadi sebagai solusinya biasanya ada pada rusun, atau apartemen. Selain itu dari harga tanah yang kian meninggi terutama di pusat kota, menjadikannya hanya cocok untuk perumahan elit. Meski demikian tentu masih dijumpai 'lahan nganggur' di beberapa sudut kota yang belum jelas peruntukannya; atau entah jika tanah terbengkalai tadi adalah termasuk daerah resapan air. Bila ada pembangunan di daerah semacam ini tentu akan mengubah posisi dan status di peta sekaligus perwajahan daerah tadi secara langsung. Jika sopir Sewa Renal Mobil Per-12 Jam di Surabaya sering melintas di daerah tersebut mungkin tak masalah, kecuali bila hanya sekali waktu mampir daerah tersebut kemungkinannya akan pangling.
Sopir Rental Sewa Mobil Plus Sopir di Surabaya sendiri diharapkan mempunyai tempat tinggal tak jauh dari tempat kerja, jadi untuk mereka yang berasal dari luar kota kebanyakan memang menyewa kost atau kontrak rumah tak jauh dari tempat kerja. Karena ada beberapa konsumen yang kemungkinannya akan overtime dalam penyewaan disebabkan kepentingan tak terduga, maka pertimbangannya lebih kepada 'jatah istirahat' dari sopir tersebut sendiri; bukan karena hal tertentu yang terkait dengan tempat kerja.

Tentang tempat tinggal, ternyata pernah diberitakan ada 'keluarga' yang tinggal di selokan selama 22 tahun. Bukan di Surabaya, namun di Kolombia: https://planet.merdeka.com/metro/selama-22-tahun-pasangan-ini-tinggal-di-selokan-tapi-jangan-kaget-saat-lihat-isi-di-dalamnya.html. Merupakan mantan pecandu narkoba yang berusaha mati-matian untuk lepas dari ketergantungan, mereka pun memutuskan mencari kedamaian bersama dengan menempati lokasi tersebut. Tidak dibayangkan bila status mereka ini seandainya berada di Surabaya, karena gencarnya penggusuran dan pemindahan kepada sekumpulan orang yang dinilai mendiami wilayah 'tidak berizin'. Kemungkinannya, dipindah ke rusun atau dipulangkan ke daerah asal. Jadi bila status tempat tinggal Anda saat ini 'tidak jelas', mungkin yang perlu dipertimbangkan adalah bersiap pindah ke tempat lain atau mengurus perizinannya jika bisa. Sebelum ada tindakan paksa kemudian dimana kita tidak mempunyai waktu lagi untuk mencari.
 
 
 
*** 
Keterangan gambar: hunian di Surabaya bila dilihat dengan sudut 'mata burung'. Sumber: Pixabay/sharonang.

Tag: aturan, biaya, blog, checklist, ekonomi-bisnis, harga-sewa-mobil-surabaya, infrastruktur, instansi, jalan-raya, karyawan-dan-staf, kelengkapan, keuangan, komunikasi, konsumen, lalulintas, on-time, ongkos, online, pemerintah, pengemudi, pengguna-jalan, pihak-berwenang, rental-mobil-di-surabaya, rental-mobil-surabaya, sarana, selebritas, sewa-mobil-avanza-di-surabaya, sewa-mobil-di-surabaya, sewa-mobil-honda-mobilio-di-surabaya, sewa-mobil-innova-di-surabaya, sewa-mobil-murah, sewa-mobil-pakai-supir, sewa-mobil-surabaya, sharing, surat-penting, tata-tertib, transportasi,