Karcis Parkir, Solusi Sederhana Rawan Penipuan

Bagi seorang pengguna kendaraan pribadi yang gemar menggunakan kendaraannya untuk kemanapun jua, kegiatan parkir mungkin adalah keniscayaan. Bahkan bila kendaraannya tak bermotor alias manual. Parkir di sini bukan dalam artian harus parkir ke mall atau pusat perbelanjaan yang ramai, tetapi lebih dalam kegiatan menitipkan kendaraan ke lahan khusus yang biasanya dijaga oleh petugas parkir. Bahkan di kantor pos atau puskesmas terdekat pun di masa ini ada petugas yang dijumpai Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya berjaga di sana, meski pada dasarnya mungkin tak terlalu perlu dibutuhkan di sana.

Meski Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya juga mendapati adanya lahan parkir tanpa penjaga (yang biasanya ditulisi 'Bebas Parkir' atau 'Parkir Gratis'). Untuk yang disebut terakhir ini biasanya faktor keamanan kendaraan merupakan tanggungjawab pribadi pemilik. Sedangkan pada lahan parkir yang mempunyai petugas parkir biasanya ada karcis sebagai tanda bukti kita berhenti dan meninggalkan kendaraan di lahan parkir.

Tapi hal ini sendiri bukan masalah sebetulnya jika pelaksanaannya baik-baik saja. Dari berbagai sumber, Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya mendapati banyaknya penyelewengan terkait dengan jasa parkir dan petugasnya ini. Karena secara umum, dari  banyak jasa parkiran yang dikunjungi Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya dalam keseharian operasional ini sifatnya mirip seperti warung, dimana kita membayar terakhir setelah menggunakan jasanya. Hanya, banyak petugas parkir yang entah terdaftar atau tidak ini menarik tarif lebih besar dari yang seharusnya. Istilah jawanya, "ngemplang" atau "nggetok". Salah satunya bisa dibaca pada halaman berita berikut: http://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/08/10194511/sekali.parkir.bayar.rp.40.000.pemprov.dki.akan.ambil.alih.pengelolaan.parkir.di.kemang.

Dari tautan tersebut kita bisa membaca bahkan pengguna mobil pun kaget dengan biaya parkir yang tidak seharusnya. Karena batas ongkos parkir mobil pada umumnya ada pada kisaran Rp. 10.000,-. Sedangkan Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya sendiri mengamati beberapa tempat yang berpotensi ramai mematok parkir ini dalam hitungan jam sedangkan yang lainnya dalam hitungan hari. Hanya, jika ada ketentuan awal semacam ini (yang diketahui ada pada beberapa mall atau rumah sakit) mungkin tak terlalu akan dipermasalahkan; ketimbang mereka yang menarik tarif seenaknya. Bila parkir perjamnya dipatok 5.000,- (biasanya kelipatan 4-5x parkir motor), maka bila ada yang mempermasalahkan saat ditarik biayanya di belakang mungkin adalah mereka yang tak paham atau lalai memperhatikan aturan di tempat parkir tersebut. Karena biasanya, instansi yang menerapkan tarif perjam akan memberi keterangan pada pos tempat kita mendapat karcis (atau pada mesin printer karcis). Dan menurut pengamatan Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya, ketentuan tarif yang perhari atau perjam atau sekali parkir tersebut juga tertulis pada lembar karcisnya.

Di Surabaya sendiri mungkin banyak permasalahan terkait karcis parkir (setidaknya untuk mereka yang tidak terupdate dengan berita terbaru). Salah satunya bisa dicermati pada referensi Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat pada artikel berita berikut: http://surabaya.bisnis.com/read/20150820/3/82823/parkir-surabaya-kenaikan-retribusi-bermasalah-ini-kata-ylpk. Permasalahannya yang terjadi di sini adalah dinas perhubungan yang agaknya kurang profesional dalam penanganan lembaran 'bukti parkir' ini dan menimbang bagaimana efeknya kemudian pada masyarakat, dengan alasan lembar karcis masih ada stoknya dan dibubuhi stempel tentang ongkos parkir baru. Jika kita awam dan tak tahu apa-apa tentang ini mungkin akan berpikir tukang parkir tersebut melakukan kecurangan dengan menambahkan stempel sendiri ke lembaran karcis itu.

Ongkos parkir mungkin memang menjadi tanggungan tamu yang menggunakan jasa Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya; namun kami pun agaknya ikut mempermasalahkan jika ada ketidakberesan. Karena yang melakukan parkir adalah karyawan Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya, dan yang digunakan pun merupakan mobil perusahaan. Begitu juga tentang ketentuan umum yakni pengelola parkir harus bertanggung jawab jika ada suatu kehilangan terhadap armada yang diparkir: https://www.facebook.com/klinikhukum/photos/a.849060148571438.1073741853.105386966272097/849060298571423/?type=3&permPage=1. Dari sini mungkin tak ada masalah jika pengelolanya mau bertanggungjawab, namun akan menjadi masalah bila pengelola parkirnya 'ngeles'. Meski kehilangan itu berupa sepeda kayuh pedal atau sepeda ontel.
 
 
 
**
Keterangan gambar: jamaknya, tiket parkir dari tukang parkir pinggir jalan mempunyai dua carik kertas yang tadinya tersambung; satu ditaruh kendaraan, satu dipegang pemilik. Sedangkan di lahan parkir seperti mall, pasar modern dsb kemungkinannya hanya satu yakni dipegang oleh pemilik kendaraan. Sumber: commons.wikimedia.org/Tim1965