Meniru Parkir di Negara Maju

Negara-negara maju memang sering menjadi acuan negara berkembang. Dikarenakan semua sistem telah tertata dengan baik dengan keuangan yang memadai disertai masyarakat yang telah memperoleh pemahaman yang lebih baik atas peraturan yang ditujukan untuk kebaikan bersama. Menurut Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya sendiri, tak perlu jauh-jauh ke negara-negara Barat karena ada negara tetangga yang bisa dijadikan referensi; meskipun memang, kita mesti mencari banyak bahan untuk memilah mana yang cocok untuk diterapkan di negara sendiri sesuai dengan karakter, kultur dan kondisi sosial-budaya dari masyarakat kita.

 

Salah satunya mungkin adalah parkir termahal: http://bisnis.liputan6.com/read/2671223/10-kota-dengan-biaya-parkir-termahal-di-dunia. Namun di negara kita standarnya termasuk rendah pada harga layanan/barang dibandingkan dengan negara maju tersebut. Bandingkan saja uang yang dikeluarkan untuk sekali makan yang rata-rata di atas 100ribu rupiah meski standar gaji pun agaknya lebih tinggi. Hanya, bukan standar harganya yang disetarakan melainkan hanya dari segi kebijakan dan penataannya. Di sisi lain, Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya merasa ada yang perlu dibenahi terkait sistem transportasi massal di negara kita beserta infrastrukturnya sebelum menerapkan hal tersebut.

 

Misalnya dari parkir zona yang mulai diterapkan beberapa waktu ini di Surabaya. Kawasan yang menjadi penerapan parkir zona tersebut memang kawasan yang ramai menurut Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya, setidaknya setelah sekian tahun mengamati daerah tersebut. Apalagi pada jalan-jalan tersebut memang banyak yang menggunakan tepian jalan sebagai lahan parkir. Namun yang berlaku pada jalan-jalan tersebut sepertinya bukan tarif progresif (kenaikan yang dihitung secara per-jam). Jadi parkir selama lima menit dengan dua jam mungkin akan sama saja.

 

Di Indonesia, perparkiran belum teratur sepenuhnya karena banyak hal. Mungkin, yang paling mendapat perhatian adalah 'contoh'; karena aturan hanya sebatas aturan jika banyak aparat serta pejabat malah bertindak sebaliknya. Akhirnya sanksi yang ditujukan demi efek jera pun hanya menjadi hiasan karena tidak diterapkan. Sewa Rental Mobil Pregio di Surabaya pernah menemukan sebuah artikel tentang denda tilang salah parkir yang mencapai 5 miliar lebih: http://www.otosia.com/berita/salah-parkir-lamborghini-aventador-ditilang-rp-54-miliar.html. Bahkan denda itu bisa dibuat untuk membeli mobil mewah baru, atau setidaknya bisa puluhan jika dibelikan MPV biasa.

 

Di Surabaya sendiri juga telah banyak dibangun gedung parkir dengan konsep yang meniru banyak negara; selain gedung parkir yang biasanya diterapkan di berbagai mall serta gedung masa kini yang bertingkat/vertikal. Salah satu gedung parkir untuk saat ini bisa dilihat di Jalan Mayjen Sungkono yang dipenuhi oleh ruko serta hotel selain pusat hiburan dan mall. Di Jakarta pun telah menerapkan mesin parkir yang cukup memberikan peningkatan drastis ditinjau dari pemasukannya meski mesin parkir itu sendiri barang impor. Nampaknya ada salah kelola dan sulitnya pemantauan kepada tukang parkir selama ini serta keberhasilan mesin parkir tersebut juga menjadi catatan berbagai Pemkot dan Pemkab, termasuk Surabaya karena telah ada parkir meter yang dipasang di beberapa titik: http://surabaya.tribunnews.com/2017/01/09/ada-parkir-meter-jukir-di-surabaya-tak-boleh-terima-uang-dari-pemilik-kendaraan

 

Begitu juga akan jasa valet parking (penempatan parkir oleh petugas) yang sudah sejak lama diterapkan di negara-negara maju untuk kelas menengah atas. Meski begitu, agaknya valet parking ini pun memiliki beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan. Misalnya dari referensi Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya berikut: http://www.kompasiana.com/19nov/hati-hati-valet-parking_54fd761aa33311212050fe2b. Sementara sebuah pengalaman yang bisa menjadi pelajaran orang lain pun bisa menambah wawasan kita akan bagaimana valet parking yang lain: https://chikastuff.wordpress.com/2015/04/17/5-alasan-kenapa-menghindari-jasa-parkir-valet/. Plus atau minusnya tentu bisa kita pertimbangkan.

 

Singkat kata, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya pun seringkali juga berhadapan dengan perparkiran serta tukang parkir. Jadi hal-hal yang menyangkut parkir ini sedikitnya kami juga cukup mengetahuinya; meski pembayar ongkos parkir dalam penyewaan adalah pihak konsumen sesuai dalam ketentuan bersama di awal (yang diterapkan oleh rental mobil lain pula). Ada banyak hal perparkiran yang telah diadaptasi dari luar, meski Indonesia juga mungkin belum perlu untuk mengadaptasi parkir otomatis semacam berikut ini: https://www.facebook.com/cnninternational/videos/10154742592639641/ (yang juga ada versi mobilnya) dikarenakan masih banyaknya hal yang perlu dibenahi ditinjau dari prioritas dan fungsi dasar kebutuhan masyarakatnya.

 

 

****

Keterangan Gambar: Sebuah gedung parkir yang terletak di Inggris. Sumber: commons.wikimedia,org/Philafrenzy